Menentukan Kapasitas Pompa Air Minum

Bagaimana cara menentukan kapasitas dan head pompa, pada suatu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)? berikut langkah-langkah yang bisa digunakan untuk menentukan kapasitas dan head pompa.

1. Menentukan Kebutuhan Air

a. Konsumsi harian maksimum per orang

Hal pertama yang perlu diketahui untuk menentukan kapasitas pompa adalah mengetahui terlebih dahulu total kebutuhan air yang dibutuhkan dengan cara menentukan konsumsi air perliter/orang /hari. Berapa konsumsi ideal air per-orang per-hari? berdasarkan jumlah penduduk asumsi kebutuhan air adalah sebagai berikut. 

Jumlah Penduduk (satuan: 10.000) kebutuhan air (ltr/org/hari)
kurang dari 1 150-300
1-5 200-350
5-10 250-400
10-30 300-450
30-100 350-500
lebih dari 100 lebih dari 400

b. Konsumsi harian maksimum

Setelah mengetahui konsumsi air perliter/orang/hari, selanjutnya dikali dengan jumlah jiwa yang akan dilayani. Angka ini untuk mengetahui berapa volume air yang dikonsumsi pada suatu wilayah perencaan.

Konsumsi harian maksimum = (konsumsi harian maksimum per-orang) x (jumlah penduduk/konsumen)

c. Konsumsi harian rata-rata

Angka ini digunakan untuk menghitung konsumsi energi listrik serta biaya operasi dan pemeliharaan. Besarannya dapat diasumsikan seperti berikut:

Konsumsi harian rata-rata = (Konsumsi harian maksimum) x 0,7 (untuk kota kecil/sedang), atau 0,8 (untuk kota besar/kota industri)

d. Konsumsi tiap jam maksimum

Angka ini digunakan untuk menghitung ukuran pipa dan sistem distribusi yang akan direncanakan.

Konsumsi per-jam maksimum = (Konsumsi harian maksimum/24) x 1,5 (untuk kota kecil), atau 1,3 (untuk kota besar atau kota industri)

2. Menentukan Kapasitas Pompa Intake/ Penyadap

Pompa intake berfungsi untuk menyadap air baku dari sumber air, dan akan disalurkan menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA). Besarnya kapasitas pompa intake harus bisa memenuhi besarnya konsumsi harian maksimum pada daerah pelayanan.

Kapasitas Pompa Intake = (Konsumsi harian maksimum) x (1,1-1,5).

Faktor tersebut adalah sebagai penyeimbang kebocoran air atau penggunaa air untuk operasional. Intinya air yang disadap dan disalurkan harus lebih dari jumlah konsumsi harian maksimum.

Hasil perhitungan Kapasitas pompa diatas  di konversi menjadi satuan debit pompa. 

Debit yang direncanakan M3/hari Jumlah pompa utama Jumlah pompa cadangan jumlah pompa keseluruhan
sampai 2.800 1 1 2
2.500-10.000 2 1 3
lebih dari 9.000 lebih dari 3 lebih dari 1 lebih dari 4
       

3. Menentukan Kapasitas Pompa Distribusi

Pompa distribusi adalah pompa yang mengalirkan air dari tangki reservoir ke konsumen, dalam hal ini yang perlu diperhatikan dalam menentukan pompa distribusi adalah:

  1. Kapasitas total pompa harus dapat memenuhi kebutuhan maksimum (kebutuhan pada titik puncak) dari konsumen
  2. Pompa harus dapat bekerja secara efisien pada kebutuhan yang berfluktuatif dari waktu ke waktu

Sehingga diperlukan lebih dari satu pompa untuk memenuhi kedua kriteria diatas. Tabel dibawah adalah pendekatan dalam menentukan jumlah pompa yang digunakan berdasarkan dari debit yang direncanakan.

Debit yang direncanakan (m3/jam) Jumlah pompa utama Jumlah pompa cadangan Jumlah pompa keseluruhan
sampai 125 2 1 3
120-450 besar: 1, kecil: 1 1 Besar: 2, kecil: 1
lebih dari 400 besar: 3-5, kecil: 1 besar: 1, kecil:1 besar: 4-6, kecil:2

Sumber : Pompa dan kompresor, Sularso & Haruo Tahara