Cara Menghitung Efisiensi Pompa

Bagaimana cara menentukan efisiensi sebuah pompa apakah efisiensinya masih tinggi atau rendah? Peralatan mekanikal seperti pompa khususnya skala industri, parameter elektrikalnya selalu dimonitor di panel kontrol pompa, seperti voltase, arus, daya dll. Namun dengan itu saja tidak cukup untuk mengetahui efisiensi sebuah pompa. Oleh karena itu setiap industri selalu memiliki data sheet pompa/ data spesifikasi pompa yang dikeluarkan oleh pabrik saat pembelian salah satu fungsinya adalah untuk bisa membandingkan parameter pompa saat ini dengan parameter pompa di awal. Namun kadang industri tidak memiliki data-data tersebut mungkin hilang atau sebagainya. Jika seperti itu bagaimana cara menghitung efisiensi pompa?

Baca juga cara menghitung daya pompa sentrifugal

1. Rumus Efisiensi Pompa

Efisiensi dapat dihitung dengan “daya output dibagi daya input” dikali 100% karena satuan efisiensi adalah persentase. Persamaan tersebut berarti perbandingan antara daya yang masuk dengan daya yang dihasilkan atau dengan kata lain seberapa besar kemampuan suatu peralatan untuk merubah daya yang diberikan menjadi daya yang dikeluarkan. Semakin besar nilai efisiensinya atau mendekati 100% maka semakin baik kondisi atau performa sebuah pompa. Berikut adalah rumus untuk menghitung efisiensi pompa, perbedaan rumus pertama dan kedua dibawah adalah pada satuan debit (Q) yang digunakan.

Keterangan:

  1. Rho/ massa jenis air = 998 kg/m3
  2. Q/ debit = m3/detik
  3. g/ percepatan gravitasi = 9,8 m/s2
  4. h/ Head = Meter
  5. P in/ daya input = Watt

Atau jika Q dalam satuan m3/menit: 

 

2. Ukur Debit Pompa

Jika menggunakan Rumus diatas maka debit air harus dalam satuan m3/detik. Ukur debit pompa menggunakan alat ukur seperti Ultrasonic Flow Meter, atau water meter jika memang sudah tersedia sebelumnya dan masih akurat. Bisa juga dengan menggunakan metoda volumetrik yaitu mengukur debit air yang keluar dari pipa yang ditampung untuk memenuhi volume tertentu pada ember/ bejana. Namun disarakankan dengan metode yang akurat sehingga hasil yang didapatpun akan akurat.

3. Ukur Head/Tekanan Pompa

Pompa memiliki sisi hisap (suction) dan sisi buang (discharge) yang seharusnya sudah dilengkapi dengan pressure gauge, valve dan aksesoris pipa yang lain. Pengukuran tekanan dilakukan pada kedua sisi tersebut sehingga didapat tekanan total yang dikonversi menjadi Head (satuan meter). 1 Bar dan atau 1 kgf/cm2 = 10 meter.

4. Ukur Daya Input Pompa

Berapa daya yang masuk ke motor pompa? daya tersebut bisa dimonitor pada panel kontrol pompa jika pada panel kontrol pompa tidak terdapat display monitor maka bisa diukur menggunakan alat multitester/ tank ampere. Selain itu pada pada Panel kontrol pompa seharusnya sudah dilengkapi dengan display monitor seperti voltase dan arus. 

5. Contoh

Kondisi Pompa

Debit

m3/dtk

Tekanan

Daya Input

(kW)

Efisiensi Pompa

Suction

(m)

Discharge

(m)

Total

(m)

Pabrikan Sentrifugal 0,0138 5 20 15 2,4 85%
5 tahun 0,0112 5 20 15 2,4 68%
  1. Diketahui sebuah pompa sentrifugal berumur 5 tahun memiliki kapasitas/ debit 0,0112 m3/sec (diukur dengan water meter atau dengan ultrasonic flow meter)
  2. Sistem pompa diketahui seperti Sistem A pada no.3 diatas. Jarak permukaan air ke sentral pompa adalah 5 meter, dan jarak dari sentral pompa ke bak penampungan/pelayanan adalah 20 meter. sehingga 20 meter dikurangi 5 meter (jika sistem seperti sistem B barulah ditambah). sehingga total head adalah 15 meter
  3. Daya input diukur melalui energi display pada panel pompa atau diukur dengan alat ukur seperti tank ampere (bukan pada nameplate motor). Contoh diatas daya input yang masuk adalah 2,4 kW atau 2200 watt
  4. Hitung daya hidrolis seperti rumus pada no.1, yaitu 998*0,0112*9,8*15 sama dengan 1643 watt dibagi 1000 menjadi 1,643 kW (jadikan kW)
  5. Efisiensi pompa adalah 1,643 kW dibagi 2,4 kW yaitu 68%
  6. Jadi selama 5 tahun efisiensi pompa turun 85%-68%= 17%